Pages

Showing posts with label Masakan Singapore. Show all posts
Showing posts with label Masakan Singapore. Show all posts

Sunday, December 10, 2017

O-Bento

Gambar Bentō
Bentō (弁当 atau べんとう?) atau o-bentō adalah istilah bahasa Jepang untuk makanan bekal berupa nasi berikut lauk-pauk dalam kemasan praktis yang bisa dibawa-bawa dan dimakan di tempat lain. Seperti halnya nasi bungkus, bentō bisa dimakan sebagai makan siang, makan malam, atau bekal piknik.

Bentō biasanya dikemas untuk porsi satu orang, walaupun dalam arti luas bisa berarti makanan bekal untuk kelompok atau keluarga. Bento dibeli atau disiapkan sendiri di rumah. Ketika dibeli, bentō sudah dilengkapi dengan sumpit sekali pakai, berikut penyedap rasa yang disesuaikan dengan lauk, seperti kecap asin atau saus uster dalam kemasan mini.

Ciri khas bentō adalah pengaturan jenis lauk dan warna agar sedap dipandang serta mengundang selera. Bento dapat pula dihias dan disusun rapi dalam gaya yang disebut kyaraben. Kemasan bento selalu memiliki tutup, dan wadah bentō bisa berupa kotak atau nampan segi empat dari plastik, kotak roti, atau kotak kayu kerajinan tangan yang dipernis. Ibu rumah tangga di Jepang dianggap perlu terampil menyiapkan bentō, walaupun bentō bisa dibeli di mana-mana. Di Indonesia, hidangan ala bento mulai dipopulerkan jaringan restoran siap saji Hoka Hoka Bento sejak tahun 1985.

Sejarah

Pada akhir zaman Kamakura, orang Jepang mengenal makanan praktis berupa nasi yang ditanak dan dikeringkan. Makanan ini disebut hoshi-ii (nasi kering) dan dibawa di dalam tas kecil. Hoshi-ii bisa dimakan begitu saja, atau direbus di dalam air sebelum dimakan. Di zaman Azuchi Momoyama (1568-1600), orang sudah mulai senang makan di luar, dan kotak kayu yang dipernis digunakan sebagai wadah membawa makanan. Bentō mulai dikenal sebagai makanan praktis dalam kesempatan hanami atau upacara minum teh.

Pada zaman Edo (1603-1867), kebudayaan bentō semakin meluas di kalangan rakyat banyak. Orang yang bepergian atau berwisata membawa makanan praktis yang disebut koshibentō (bentō di pinggang). Isinya beberapa onigiri yang dibungkus daun bambu, atau nasi di dalam kemasan kotak beranyam dari bambu yang diikatkan di pinggang. Salah satu jenis bentō yang disebut makunouchi bentō populer di kalangan rakyat yang menonton pertunjukan noh dan kabuki. Bentō dimakan sewaktu pergantian layar panggung (maku) sehingga dinamakan makunouchi bentō. Di zaman Edo, cara memasak, mengemas, dan menyiapkan bentō untuk kesempatan hanami dan hinamatsuri sudah diterbitkan dalam buku resep masakan.

Penjualan paket nasi yang disebut ekiben (駅弁 bentō stasiun?) dimulai sejak zaman Meiji. Ekiben dimaksudkan untuk dinikmati di atas kereta, dan sering merupakan hidangan khas dari daerah tempat stasiun kereta api tersebut berada. Stasiun KA Utsunomiya (Prefektur Ibaraki) merupakan salah satu stasiun yang mengklaim sebagai penjual ekiben yang pertama. Pada 16 Juli 1885, di Stasiun KA Utsunomiya dijual ekiben berupa dua buah onigiri berisi umeboshi dan potongan asinan lobak (takuan) dengan pembungkus daun bambu.Bekal bentō yang dibawa murid dan guru juga mulai populer pada zaman Meiji. Jam pelajaran baru selesai di petang hari, dan sekolah-sekolah belum memiliki dapur dan kafetaria yang menyediakan makan siang. Selain bentō berisi nasi, penjual bentō juga mulai menyediakan bentō ala Eropa berisi sandwich.

Pada zaman Taisho (1912 - 1926), perbedaan kaya-miskin yang tajam seusai Perang Dunia I menimbulkan gerakan sosial untuk menghentikan kebiasaan membawa bentō ke sekolah. Bentō dituduh sebagai sarana pamer kekayaan bagi anak orang berada yang mampu membawa nasi ke sekolah.

Pada awal zaman Showa, kotak dari aluminum untuk membawa bento sangat digemari orang Jepang dan merupakan barang mewah. Setelah Perang Dunia II, tradisi membawa bentō secara berangsur-angsur hilang sejalan dengan semakin banyaknya sekolah yang menyediakan ransum makan siang.

Bentō kembali populer pada tahun 1980-an setelah dikenal kemasan kotak plastik polistirena sekali pakai, oven microwave, dan semakin meluasnya toko kelontong 24 jam. Sementara itu, bentō buatan ibu kembali mulai digemari, dan tradisi membawa bentō dari rumah hidup kembali. Keahlian menyiapkan bentō untuk anak-anak merupakan kebanggaan tersendiri bagi ibu rumah tangga. Lauk seperti sosis dan nori dipotong-potong atau digunting untuk dijadikan hiasan, seperti daun, bunga, binatang, hingga karakter anime.

Jenis-jenis
  1. Shōkadō bentō
  2. Shōkadō bentō (松花堂弁当?)
  3. Bentō yang dihidangkan di dalam kotak kayu dengan tutup yang bisa menutup dengan rapat, dan di dalamnya terdapat pembatas untuk membagi wadah menjadi 4 bagian.
  4. Chūka bentō (中華弁当?, bentō masakan Cina)
  5. Kemasan bentō berisi makanan Cina
  6. Kamameshi bentō (釜飯弁当?, bentō nasi periuk)
  7. Bentō yang menggunakan periuk tanah liat sebagai kemasan.
  8. Makunouchi bentō (幕の内弁当?)
  9. Bentō tradisional berisi nasi dan lauk.
  10. Noriben (海苔弁?)
  11. Bentō berisi nasi ditutupi nori yang sudah dicelupkan ke dalam kecap asin.
  12. Hinomaru bentō (日の丸弁当?)
  13. Bentō yang hanya terdiri dari nasi putih dan sebuah umeboshi yang diletakkan di tengah-tengah seperti bendera Jepang.

Kacang azuki (Kacang merah kecil)

Kacang azuki
Gambar Kacang azuki

Kacang merah kecil atau kacang tolo merah adalah sejenis kacang. Kacang ini banyak digunakan dalam masakan Indonesia, contohnya sup kacang merah dan sambal goreng krecek. Kacang ini kadang disebut kacang tolo saja atau kacang merah saja. Sebutan kacang merah juga sering ditujukan untuk kacang merah besar, yang dalam bahasa Inggris disebut Red Kidney Bean.

Kacang ini dikenal dalam bahasa Jepang dengan nama Azuki, sehingga dalam bahasa Inggris disebut Azuki bean.
Asal dan keragaman 

Speciation and domestication 

Nenek moyang liar dari kacang adzuki yang dibudidayakan mungkin Vigna angularis var. nipponensis ,  yang didistribusikan di seluruh Jepang, Korea, China, Nepal dan Bhutan. Specifications antara Vigna angularis var. nipponensis dan vigna angularis var. angularis terjadi sekitar 50.000 tahun yang lalu.  Arkeolog memperkirakan itu dijinakkan sekitar 3000 SM. Namun, kacang adzuki (dan juga kacang kedelai) yang berasal dari 3000 SM sampai 2000 SM diindikasikan masih sebagian besar berada dalam kisaran ukuran liar. Biji yang membesar terjadi pada Zaman Perunggu atau Zaman Besi kemudian , dengan penggunaan bajak.  Domestikasi kacang adzuki menghasilkan trade-off antara hasil dan ukuran biji. Kacang adzuki yang dibudidayakan memiliki polong yang lebih sedikit namun lebih panjang, biji lebih sedikit tapi lebih besar dan bertubuh lebih pendek, tapi juga hasil benih yang lebih kecil secara keseluruhan daripada bentuk liar. Tempat yang tepat untuk domestikasi tidak diketahui; asal domestikasi ganda di Asia timur laut (misalnya Jepang, Cina, dan Korea) telah disarankan.

Pemuliaan 

Di Jepang, kacang adzuki adalah salah satu tanaman pertama yang dikenai pembiakan tanaman ilmiah.  Sifat pemuliaan yang penting adalah hasil, kemurnian warna kacang dan waktu jatuh tempo. Kultivar terpisah dengan biji lebih kecil dan biomassa yang lebih tinggi dibiakkan untuk produksi pakan ternak dan sebagai pupuk hijau . Kultivar yang disesuaikan secara lokal tersedia di China, Jepang, Korea dan Taiwan.Lebih dari 300 kultivar / landrace / breeding line terdaftar di Jepang.
Selain itu, China (Institute of Crop Germplasm Resources (CAAS), Beijing, lebih dari 3700 aksesi) dan Jepang (Stasiun Percobaan Pertanian Tokachi, Hokkaido-ken, sekitar 2500 aksesi) mengakomodasi koleksi plasma nutfah kacang adzuki yang besar.

Bentuk gulma

Gulma jenis adzuki sering terjadi di Jepang. Penyebaran bentuk gulma yang luas disebabkan oleh adaptasi terhadap habitat yang terganggu manusia, lolos dari kultivar tua, dan pembentukan alami dari turunan hibrida antara kultivar dan bentuk liar.Berbeda dengan bentuk liar, bentuk gulma kacang adzuki digunakan sebagai pengganti bentuk budidaya dan dikonsumsi sebagai kacang manis, terutama jika kacang adzuki yang dibudidayakan diserang oleh hama. Namun, di kebun budidaya bentuk gulma diakui sebagai kontaminasi dan menurunkan kualitas benih kultivar adzuki.

Sumber : Wikipedia

Aburage

Gambar AburageAburage (油揚げ abura-age?) adalah bahan makanan Jepang berupa lembaran tahu berbentuk tipis yang digoreng dengan minyak goreng sehingga berwarna kuning keemasan.

Aburage mudah menyerap kaldu sehingga digunakan untuk berbagai macam masakan sup atau untuk membungkus bahan makanan lain. Aburage juga dikenal dengan nama lain seperti Usu-age atau Inari-age.

Pada umumnya Aburage dibuat oleh pabrik tahu atau tukang tahu. Tahu dipotong tipis-tipis dan lebar lalu digoreng sebanyak dua kali, pertama kali dengan minyak bersuhu rendah sekitar 110℃ sampai 120℃ kemudian dipindahkan ke dalam minyak bersuhu tinggi sekitar 180℃ sampai 200℃.

Makanan Jepang yang menggunakan Aburage
  • Sup miso
  • Inarizushi sebagai pembungkus nasi
  • Kitsune Udon
  • Berbagai macam Nimono
  • Oden sebagai pembungkus moci
  • Takikomigohan (nasi yang ditanak bersama daging dan sayuran)
Serbaneka
  • Rubah merah Jepang (kitsune) senang makan tahu Aburage.
  • Aburage dijadikan persembahan di kuil Inari tempat bersemayam dewa rubah Inari. Inarizushi berasal dari Aburage persembahan pengunjung kuil Inari yang dimasak dengan kecap asin dan gula.

Tuesday, January 12, 2016

Nasi ambeng Ada Dua Versi

Gambar Nasi ambengBahan utama :  Nasi, tempe goreng,perkedel, ikan asin goreng, rempeyek, sambal goreng, telur rebus, urap, bihun goreng, dan opor ayam.

Nasi ambeng adalah hidangan khas Jawa berupa nasi putih yang diletakkan di atas tampah dan diberi lauk pauk di sekelilingnya. Lauk pauk dapat berupa perkedel, ikan asin goreng, rempeyek, sambal goreng, telur rebus, tempe goreng, urap, bihun goreng, dan opor ayam.

Nasi ambeng adalah hidangan yang disajikan dalam selamatan sebagai sebagai lambang keberuntungan. Nasi dimakan beramai-ramai oleh empat hingga lima orang dewasa. Nasi dimakan dengan memakai dengan tangan telanjang, tanpa sendok dan garpu. Penyajian nasi ambeng mengandung permohonan agar semua pihak yang turut serta dikaruniai banyak rezeki.

Nasi ambeng juga populer di Malaysia, terutama di kalangan orang Malaysia keturunan Jawa, dan juga dikenal dengan nama nasi ambang. Hidangan ini juga dapat dijumpai di Singapura. Lauk wajib nasi ambeng di Malaysia adalah serundeng kelapa. Di Malaysia, lauk nasi ambeng yang populer adalah daging ayam masak kecap, mi goreng, dan sambal goreng. Penyajian nasi ambeng di Malaysia hampir sama dengan penyajian nasi ambeng di Jawa. Nasi dan lauk pauknya diletakkan di atas talam untuk dimakan bersama-sama.

Saturday, January 9, 2016

Kopitiam Singapura (CoffeeShopSG)

Kopitiam terdapat hampir di seluruh pelosok Singapura, mulai dari kawasan permukiman,
Gambar CoffeeShopSG
kawasan perdagangan, hingga kawasan industri. Lokasinya sering di pusat daerah permukiman seperti lantai dasar apartemen atau ruko. Meja dan kursi untuk pembeli diletakkan di bagian depan kopitiam yang terbuka, berdekatan dengan tempat orang lalu-lalang. Duduk berbagi meja dengan orang lain yang tidak dikenal adalah hal yang biasa, terutama selama jam-jam sibuk. Kopitiam dapat berupa sebuah kios makanan dan minuman yang dikelola seorang pedagang, namun sebagian dari kopitiam mengundang berbagai pedagang lain untuk membuka kios hingga lebih terlihat seperti sebuah food court.

Berbeda dengan kopitiam di Malaysia yang umumnya dikelola oleh etnik Cina, kopitiam Singapura dikelola oleh pemilik yang berasal dari berbagai etnis di Singapura. Di sebuah kopi tiam, pemilik biasanya mengelola kedai minuman yang menjual kopi, teh, minuman ringan, dan berbagai hidangan sarapan seperti roti bakar isi selai srikaya dan telur rebus. Kedai-kedai lain disewakan ke pengusaha lainnya yang menjual berbagai makanan untuk memenuhi selera penduduk Singapura yang multietnik.

Char kway teow ala rumahan

Char kuey tiaw adalah sajian asal Malaysia berupa kwe tiau goreng. Karena kita adalah negara tetangga maka banyak sajian asal Malaysia yang bisa diterima oleh lidah kita orang Indonesia. Agar tak penasaran dengan rasa kwetiau goreng asal Malaysia ini langsung saja coba resep berikut. ...:)

Resep Char kway teow 
Bahan :
Gambar Char kway teow
  • 150 Gram kwetiau kering, diseduh sampai mekar
  • 2 Sendok teh kecap asin 
  • 1 Sendok makan kecap manis 
  • 2 Siung bawang putih, dicincang halus
  • 1 Sendok teh terasi goreng 
  • 100 Gram udang kupas 
  • 1 Sendok makan saus tiram 
  • 1/2 Sendok teh garam 
  • 1/4 Sendok teh merica bubuk 
  • 1/2 Sendok teh gula pasir 
  • 2 Sendok makan air 
  • 2 Butir telur, dikocok lepas
  • 100 Gram taoge 
  • 3 Tangkai kucai, dipotong 3 cm
  • 2 Sendok teh cabai kering bubuk 
  • 2 Sendok makan minyak untuk menumis 
Cara membuat Char kway teow ;
  1. Lumuri kwetiau dengan kecap asin dan kecap manis. Sisihkan.
  2. Panaskan minyak. Tumis bawang putih dan terasi sampai harum. Masukkan udang. Aduk sampai berubah warna. Tambahkan saus tiram, garam, merica bubuk, gula pasir, dan air. Aduk rata.
  3. Masukkan kwetiau. Aduk rata. Tambahkan telur. Aduk sampai berbutir kasar.
  4. Masukkan taoge, kucai, dan cabai bubuk. Masak sampai matang.
  5. Siap disajikan bersama keluarga anda di rumah. Selamat mencoba.

Friday, January 8, 2016

Daftar Masakan Singapore

Gambar Location singaporeMasakan Singapura adalah indikasi dari beragamnya etnis budaya Singapura yang berasal dari Malaysia, sebagai produk dari berabad-abad karena interaksi budaya ke lokasi strategis Singapura. Makanan dipengaruhi oleh Melayu asli, masakan Cina yang dominan, Indonesia, India, Peranakan, dan tradisi Barat (terutama Inggris dan beberapa dari Portugis yang dipengaruhi oleh Eurasia, yang dikenal sebagai Kristang) sejak didirikannya Singapura oleh Inggris pada abad ke sembilan belas. Pengaruh dari daerah lain seperti Sri Lanka, Thailand, Filipina, dan Timur Tengah yang juga ada dalam budaya makanan lokal. Di warung jajanan Singapura, misalnya, koki dengan latar belakang Tionghoa dipengaruhi oleh budaya India mungkin bereksperimen dengan bumbu dan bahan-bahan seperti asam, kunyit, dan minyak Samin, sementara koki India mungkin menyajikan hidangan mie goreng.

Daptar menu masakan singapore antara lain :
  • Es kacang
  • Char kway teow
  • Ketupat
  • Kopi tiam
  • Masakan Peranakan
  • Nasi ambeng
  • Nasi ayam Hainan
  • Otak-otak
  • Popiah
  • Roti kaya bakar
  • Roti tisu
  • Samosa
  • Sirap bandung
  • Sup organ babi
  • Yee sang
  • Yong tau fu